Kau di Sana Aku di Sini
Sebuah prosais
Oleh : Husnafrizqa
Malam semakin larut, tapi kita berdua belum bisa terlelap. Kau di sana sendiri. Dan aku di sini bersama buah hati. Segala gundah gulana kehidupan ini, kita bicarakan bersama tuk cari solusi.
Puluhan kilometer kita terpisah. Semua demi sesuap nasi, dan masa depan sang buah hati. Dua belas tahun sudah, kita arungi bahtera ini, suamiku. Suka duka dan onak duri datang silih berganti.
Namun satu pintaku padamu, jika rasamu padaku sudah mulai pudar. Jangan sampai ikatan suci ini terlepas. Karena yang patah hati nantinya tidak hanya kau dan aku saja, tetapi juga ketiga buah hati kita.
Pare Kediri, 20 Oktober 2019
Tidak ada komentar:
Posting Komentar