Sabtu, 18 Januari 2020

Ketika Langsing Hanya Sebuah Cita-Cita

#TantanganGuruSiana
#Hari-keempat

Ketika Langsing Hanya Sebuah Cita-Cita

Menjadi seorang istri dari suami yang tak pernah menuntut penampilan istri itu sangat beruntung. Dia gak malu memperkenalkanku pada teman-temannya, walau istrinya gendut, sederhana, takpernah bisa berhias, alias polosan. Bahkan ketika aku berjuang untuk diet, dia sebenarnya gak suka, takut aku sakit. Dia malah membelikan makanan kesukaanku, gagal diet lagi. Setiap pulang malam, dia selalu membawa makanan, kalau tidak kumakan, dia malah marah.

Kadang malah dia belanja sendiri ke pasar, membelikan lauk mentah, dan menyuruhku masak. Lalu kami makan bersama, dan piringku selalu ditambahkan nasi. Katanya biar sama-sama gemuk, biar seimbang, Dan yang terjadi, perut kami berdua semakin maju beberapa puluh centi. Iya aku dan dia seperti ibu hamil yang sudah 2 tahun lebih gak lahir-lahir. 

Jangan dibayangkan menjadi orang gemuk itu selalu menyenangkan. Ada juga sedihnya terutama kalau lagi jalan-jalan sambil gendong anak, menjadi ngos-ngosan. Kami berdua sering gantian gendong anak, karena sama-sama gemuknya, sama-sama mudah capeknya. Apalagi anak ketigaku lagi aktif-aktifnya, kalau dibiarkan jalan sendiri, pasti kami tambah kelelahan mengejarnya.

Usia kami tidak lagi muda, sudah beranjak menua, dia sudah berkepala empat lebih satu, dan kurang tiga tahun lagi aku pun sama. Membiarkan kami tetap gemuk itu juga tidak baik, resiko penyakit malah semakin tinggi. Jalan satu satunya ya mengurangi porsi makan, mengurangi wisata kuliner, mengurangi karbohidrat dan gula. Tapi percayalah semua itu hanya bertahan maksimal 3 minggu, nanti juga balik lagi kebiasaan yang lama. 

Apa yang sebaiknya kami lakukan, biar semakin sehat? Jangan menyuruh olahraga, karena keterbatasan waktu serta rasa malas yang mendera. Olahraga kami cukup jalan kaki saja, menemani anak-anak berwisata. Sungguh sangat sulit mengubah kebiasaan dan hobi makan kami. 😁😁🤣🤣

Tidak ada komentar:

Posting Komentar